Monday, June 21, 2010

Lelaki paling aku cinta

Saat aku pulang tika pekat malam sudah melabuh tirainya
Dia sudah bersedia menanti dengan pintu pagar yang terbuka

Saat aku akan bertolak pergi tika sejuknya dinihari pagi
Dia sudah bangun untuk menghantar dan melambai-lambai jari

Saat aku menangis teresak menanggung ujian hati
Dia erat mendakap dan mengusap lembut rambut si tunggalnya puteri

Saat aku gagal dalam peperiksaan dan perlu mengulang mengaji
Dia masih tersenyum menuturkan kata-kata motivasi

Saat aku masih takut-takut berani memandu Suria
Dia tetap berani-berani takut menjadi penumpang penuh rela

mungkinkah lagi untuk aku dianugerah seperti Dia buat penguat hati mengisi hari-hari sebelum aku dijemput pulang oleh Ilahi...

mungkinkah ada insan seperti Dia yang sanggup mengasihi aku seperti Dia mencintai aku...

mungkinkah lagi untuk aku merasai dan memiliki aman dan damainya berada dalam jagaan dan belaian lelaki seperti Dia...

dan hanya pasti..
Dia saja yang akan terus bertakhta di hati
tanpa perlu ada pengganti
hingga pertemuan di negeri abadi...




Selamat Hari Bapa, Abah...
terima kasih kerna sentiasa ada di belakangku...
terima kasih...kerna menjadi Abah yang terbaik untukku
mengukir sukaku...memadam dukaku...

terima kasih...

1 JempuTlah BerbisiK:

ManSaari said...

Terima kasih atas penghargaan walaupun penghargaan itu tidak sepatutnya diterima jika diuli-ulit berasaskan 'amanah'.

Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.

Alhamdulillah.